3 Makanan yang Memiliki Racun Mematikan

3 Makanan yang Memiliki Racun Mematikan

Leci bukan makanan asing bagi kita. Mulai dari bisa di makan mentah yang akan dilakukan untuk mencampur teh dan es buah, leci sering kita konsumsi setiap hari. Tapi siapa sangka buah manis menjadi biang keladi kematian ratusan anak India setiap tahunnya. Menurut ahli kesehatan, leci mentah mengandung racun berbahaya saat dikonsumsi oleh anak-anak yang kekurangan gizi atau yang melewatkan makan malam. Racun ini bisa mematikan produksi kadar gula darah, terutama saat kita tidur. Kadar gula darah memang bisa mengakibatkan diabetes, namun kekurangan gula darah juga berakibat fatal. Ternyata leci bukan satu-satunya buah yang ‘tak terduga’ yang bisa berbahaya lho. Seperti diulas oleh CNN, masih ada beberapa buah lain yang biasa kita konsumsi namun dalam kondisi tertentu mengandung zat berbahaya yang bisa mematikan. Apa saja itu?

1. Singkong

Selain nasi, singkong juga merupakan salah satu bahan makanan utama Indonesia. Tengok saja saudara laki-laki goreng, singkong singkong bahasa Inggris adalah menu wajib yang banyak fans. Rebus, digoreng, dipanggang, dibuat nasi tiwul, atau dibuat kue, singkong yang enak. Tapi kalau prosesnya tidak tepat, umbi ini bisa berbahaya. Singkong mengandung sianida hidrogen yang bisa hilang melalui pengolahan singkong dengan benar. Jika dimakan masih mentah, berarti Anda makan dan menyerap sianida yang ada di sana. Bahaya apa yang ada disana? Ini tidak sekuat racun sianida, tapi bisa menginfeksi kelenjar hormon tiroid, merusak sel saraf, dan menyebabkan kelumpuhan mendadak. Di Kongo, makan singkong tanpa proses yang tepat menyebabkan penyakit neurologis yang disebut Konzo.

2. Tebu

Di masa kanak-kanak, saat Anda tinggal di sebuah desa, Anda mungkin pernah berada di ladang tebu. “Mencuri” tongkat atau dua batang untuk dimakan bersama teman-teman. Ini manis dan menyegarkan, itu juga bisa menambah keakraban. Anak-anak sekarang mungkin tidak perlu repot mencuri ya, banyak yang sudah berjualan tebu ivy di atas tempat di tempat. Tebu tidak berbahaya, asalkan tidak disimpan terlalu lama. Tapi jika tangkai tebu sudah dibuat, Anda harus membuangnya. Saat tebu ditebang dan disimpan lebih dari sebulan, Anda akan melihat jamur tumbuh di sana. Jamur ini disebut arthrinium. Jamur ini bisa menyebabkan penyakit syaraf kronis sampai mati. Keracunan jamur ditandai dengan muntah, meta juling, kejang, hingga koma. Meski jamur ini berbahaya untuk segala umur, namun sebagian besar korbannya adalah anak-anak. Bisa jadi karena daya tahan anak tidak sekuat orang dewasa.

3. Kentang

Siapa yang tidak suka kentang goreng? Bisa jadi teman saat ngobrol dengan teman atau menonton sepak bola. Kentang juga bisa menjadi pengganti nasi dan sering direkomendasikan oleh dokter untuk penderita diabetes yang harus diet glukosa. Namun pada tahun 1979, ada 78 anak sekolah di London yang memiliki penyakit misterius. Gejalanya meliputi muntah, diare, kejang, halusinasi, depresi, dan ketidaksadaran. Butuh waktu lima hari untuk penyembuhan, dan beberapa masih berhalusinasi. Apa alasannya? Begitu ditelusuri, ternyata anak-anak ini meracuni zat solanin yang berasal dari kentang. Solanin adalah racun Glycoalkaloids yang diproduksi oleh tanaman untuk mengusir serangga dan hama tanaman. Tanda racun solanine ini adalah warna hijau kentang, yang kita kenal sebagai klorofil. Tapi adanya zat warna daun klorofil alias hijau yang bisa menunjukkan konsentrasi toksin solanin. Pada tingkat yang berat, racun ini bisa berakibat koma dan bahkan kematian pada manusia.

Leave a Reply